Ombak di Wakatobi
Pagi itu banyak orang beraktifitas di Pelabuhan di kota Wanci,Pulau Wangi-Wangi . Sekitar 10 tahun yang lalu wilayah yang masuk Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara itu terlihat ramai sekali . Kapal Kayu , Speedboat berjejer di pinggir pelabuhan dan gelombang ombak lumayan tinggi. Penjual Nasi Bambu ,Gogos, Telur Rebus dan aneka jajanan menawarkan ke Orang-Orang di Pelabuhan.
Seharusnya sekitar jam 8 pagi Kapal Kayu yang akan Penulis tumpangi mulai berjalan menuju Pulau Kaledupa yang masih kabupaten Wakatobi juga. Info dari BMKG dan Syahbandar setempat Kapal-kapal tidak diizinkan berlayar karena kondisi Ombak yang tinggi. Hal itu akan membahayakan untuk kapal-kapal Kayu ukuran Kecil dan Speedboat.
Matahari mulai beranjak naik dan waktu siangpun datang . Belum ada informasi lebih lanjut dari Pihak yang berwenang dan Calon Penumpang banyak yang gelisah karena menunggu dari pagi buta.
Lepas waktu Dhuhur sepertinya Kru Kapal Kayu antar pulau mulai beraktifitas di Kapal. Sepertinya Kapal mulai disiapkan utk mulai berlayar menuju Pulau Kaledupa yang informasinya menempuh sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan normal.
Alhamdulillah,Kru Kapal mempersilahkan para penumpang naik ke Kapal Kayu. Di pinggir Pelabuhan ini memang ombak sudah tidak terlihat tinggi.
Penulis mencari tempat duduk diatas karena ingin melihat pemandangan selama perjalanan tersebut. Awal perjalanan dari Pelabuhan Wanci sampai sekitar 30 menit masih normal ombaknya tidak terlalu tinggi.
Mulai ke tengah laut setelah Kapal menempuh 30 menit terlihat di depan Ombak terlihat meninggi. Tentu saja hal itu membuat Penulis khawatir dan tetap berdoa kepada ALLOH Subhanahu wa Ta’Ala agar dimudahkan perjalanan ini.
Benar saja tidak selang lama,Haluan Kapal mulai menerjang Ombak yang tinggi. Pecahan Ombak Air laut mulai banyak tumpah ke bagian dalam Kapal. Tubuh penulis yang ditutupi dengan Handukpun mulai basah.
Nahkoda Kapal Kayu mulai berjuang mencari celah-celah agar Kapalnya dapat melaju aman di tengah Ombak yang tinggi tersebut. Terdengar banyak orang yang berdoa, berdzikir dan suara Ibu-Ibu dan anak-anak menangis terdengar di telinga. Lebih dari 30 menit Haluan Kapal beradu dengan Ombak Laut Wakatobi. Hanya pertolongan ALLOH semata yang dapat menyelamatkan perjalanan Kapal tersebut.
Alhamdulillah terlihat Pulau Kaledupa sudah terlihat seiring ombak yang mulai _teduh_ lagi. Waktu sore lepas waktu Ashar , kapal mulai merapat di Pelabuhan Pulau Kaledupa. Terlihat ramai sekali aktifitas orang-orang di Pelabuhan tersebut. Wajah-wajah yang tampak pucat selama perjalanan tadi sudah mulai ceria setelah turun dari Pelabuhan.
Mereka kebanyakan dijemput keluarganya ,ada juga yang naik ojek motor. Penulis mencari ojek untuk mengantar perjalanan menuju Penjaga Tower Telkomsel BTS Kaledupa.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dari ALLOH dan Hanya kepada ALLOH semata kita beribadah dan meminta Pertolongan.
Ex Bolang Tower, 06.00
14 Rabiul Akhir 1444 H
9 November 2022 M







