ADA APA DENGAN KOPI ?

           

Ada Apa  Dengan  Kopi ?

Sering kita melihat baik warung Kopi di Kampung,pinggir jalan pedesaan ataupun perkotaan yang ramai didatangi baik anak muda ataupun orangtua. Untuk kalangan ekonomi menengah keatas banyak juga yang mendatangi tempat yang lebih representatif yang biasa dinamakan dengan Kafe untuk menikmati hidangan secangkir kopi.

Kata kopi sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab: قهوة‎ qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).

Pemrosesan kopi sebelum dapat diminum melalui proses panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik dengan cara mesin maupun dengan tangan  kemudian dilakukan pemrosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Proses selanjutnya yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah penyangraian biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk kopi sebelum kopi dapat diminum.

Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.[butuh rujukan] Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Disamping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

Membedakan Kopi Murni dengan Kopi Oplosan

 Bicara soal kopi, tak sedikit penjual yang mencampurkan bahan-bahan lainnya ke dalam bubuk kopi agar mendapatkan lebih banyak laba. Masyarakat menyebut kopi jenis ini sebagai “kopi oplosan” atau kopi campuran. Dari segi rasa, sudah tentu kopi oplosan memiliki cita rasa yang jauh lebih hambar dibanding kopi asli.

Untuk membedakan mana kopi asli dan kopi oplosan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.  “Dari aroma sebenarnya bisa dibedakan. Antara bubuk kopi yang murni dan sudah dicampur sebenarnya berbeda,” kata pengajar dari Indonesia Coffee Academy, Aris Kadarisman yang ditemui di acara Cerita Kopi di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Jumat (9/12/2016). Menariknya, Aris mengatakan bahwa kopi oplosan memiliki aroma yang lebih kuat ketimbang kopi asli. “Kopi murni itu aromanya jauh lebih lembut. Kalau yang dicampur dengan jagung dan esense (biang), sekali dihirup ada aroma kimiawi dan lebih tajam,” kata Aris.

Cara selanjutnya untuk membedakan kopi oplosan menurut Aris adalah rasa kopi itu sendiri. “Kopi murni rasanya tidak terlalu lama di tenggorokan, tetapi yang dicampur itu long aftertaste di tenggorokan,” kata Aris.  Jika ingin membedakan dari segi penampakan, Aris mengatakan hal tersebut agak sulit. Sebab dari segi bentuk, kopi oplosan dan kopi asli cenderung mirip.  “Hanya bisa dibedakan setelah diseduh atau dihirup saja,” kata Aris.

Ia mengatakan sebenarnya ada pelatihan untuk mengetahui mana kopi asli dan kopi oplosan menggunakan Flavor Wheel Coffee (panduan rasa kopi dari hasil penelitian profesional di bidang kopi). Meski begitu, tetap ada cara awal untuk mengantisipasi kopi oplosan. Saran Aris, mulailah membeli biji kopi untuk kemudian digiling dan dikonsumsi sendiri. Kopi bentuk bubuk memiliki kemungkinan lebih besar dijadikan oplosan.

KOPI MURNI GUNUNG DIENG

Telah hadir  di kota Atlas  Semarang sebagai salah satu pilihan Anda Pecinta Kopi Murni 100% jenis Robusta dari lereng Gunung Dieng yang diroasting dengan Mesin pada suhu dan waktu yang tepat . Digiling sangat halus sehingga menghasilkan larutan kopi yang benar-benar padu dan tidak ada ampas  yang mengambang di permukaan air seduhan.

Beberapa tahun dipasarkan di Kota Banjarnegara dan Wonosobo, Kini hadir melayani Pecinta Kopi di Kota Atlas Semarang dengan Kemasan Klip Plastik Alumunium Standing Pouch 150 gram .

Kami Melayani Pembelian Eceran dan Grosir untuk Reseller Area Semarang dan sekitarnya:, Jl. Dadapan III, RT.5/RW.2, Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50272 ( NO HP & WA : 085727249575 dan 081228733040).

 

               

 

Sumber Tulisan :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kopi

https://travel.kompas.com/read/2016/12/12/120500927/begini.cara.membedakan.kopi.asli.dan.oplosan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *